Sabtu, 21 April 2012

Kaitan Tuhan, Manusia dan Alam


1. Pengertian tuhan
            Yang menciptakan alam semesta dan isinya yang di sembah oleh manusia.
2. Pengertian manusia
            Manusia adalah mahluk Allah yang paling mulia, di dalam Al-qur’an banyak sekali ayat-ayat Allah yang memulyakan manusia dibandingkan dengan mahluk yang lainnya. Dan dengan adanya ciri-ciri dan sifat-sifat utama yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia menjadikannya makhluk yang terpilih diantara lainnya memegang gelar sebagai khalifah di muka bumi untuk dapat meneruskan,melestarikan,dan memanfaatkan segala apa yang telah Allah ciptakan di alam ini dengan sebaik-baiknya. Semua ibadah yang kita lakukan dengan bentuk beraneka ragam itu akan kembali kepada kita dan bukan untuk siapa-siapa.Patuh kepada Allah SWT, menjadi khalifah,melaksanakan ibadah, dan hal-hal lainnya dari hal besar sampai hal kecil yang termasuk ibadah adalah bukan sesuatu yang ringan yang bisa dikerjakan dengan cara bermain-main terlebih apabila seseorang sampai mengingkarinya. Perlu usaha yang keras,dan semangat yang kuat ketika keimanan dalam hati melemah,dan pertanggungjawaban yang besar dari diri kita kelak di hari Pembalasan nanti atas segala apa yang telah kita lakukan di dunia.
3. pengertian alam
Alam mencakup segala materi hidup dan materi bukan hidup yang berada secara alami di bumi. Dalam pengertian yang paling murni, alam adalah lingkungan yang tanpa kegiatan manusia.                                                         .
Untuk sebagian orang, ada kesulitan terhadap istilah "alam" karena kebanyakan lingkungan alami memiliki pengaruh manusia pada satu waktu atau lainnya, baik secara langsung atau tidak. Untuk mengatasi masalah ini, sedikit banyak pengaruh manusia diizin tanpa menyebabkan sesuatu. Maksud istilah ini tergantung pada konteksnya lebih dari definisi yang ditentukan. Banyak lingkungan alam adalah hasil dari interaksi di antara alam dan manusia. Karena alasan ini, istilah "ekosistem" telah digunakan untuk menggambarkan lingkungan yang mengandung alam, termasuknya manusia. Berdasarkan hal ini, masalah lingkungan adalah masalah manusia atau sosial. Ada beberapa orang menganggap bahwa pemisahan "lingkungan" dari "manusia" sangat berbahaya. Ini merupakan pemahaman umum yang telah menjadi dasar environmentalisme, yakni pergerakan politik, sosial dan filsafat yang luas dan yang mendukung berbagai tindakan dan kebijakan untuk melindungi alam yang ditinggali, atau mengembalikan dan mengembangkan peran alam di lingkungan ini. Meskipun tanah gersang semakin jarang, alam liar (misalnya, hutan yang tidak terkendali, padang rumput yang tidak dikerjakan, flora dan fauna) dapat ditemukan di banyak tempat yang dahulu dihuni manusia.
Baru-baru ini, ada rasa khawatir yang sungguh mendalam tentang perubahan iklim yang disebabkan oleh pelepasan antroprogenik gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, dan interaksinya dengan petunjuk manusia dan alam. Usaha-usaha telah dikonsentrasikan terhadap pengurangan gas rumah tanaman yang menyebabkan perubahan iklim (yaitu, melalui "Konvensi Perubahan Iklim" dan "Protokol Kyoto") dan penciptaan strategi penyesuaian untuk membantu spesies, ekosistem, manusia, negara dan wilayah untuk beradaptasi dengan perubahan- perubahan iklim.
4. kaitan tuhan, manusia dan alam
Pendapat ini dapat diterima karena memang sampai sekarang, interaksi manusia relefan dengan ketiga arah hubungan di atas. Dalam literatur yang lain, ketiga konsep tersebut sering digambarkan dalam hubungan manusia secara vertical dan horizontal.
Hubungan vertikal yaitu hubungan manusia dengan Tuhan yang menciptakannya. Hal ini dapat digambarkan dengan kelemahan manusia dan keinginan untuk mengabdi kepada yang lebih agung. Manusia yang lemah memerlukan pelindung dan tempat mengadu segala permasalahan. Terkadang memang permasalahan yang tidak pelik mudah dan dapat diselesaikan oleh manusia sendiri. Namun, tak jarang persoalan himpitan hidup, rasa putus asa, hilangnya harapan dan lain sebagainya tak mungkin diselesaikan sendiri. Maka ia butuh sesuatu yang sempurna, yaitu Tuhan. Tempat mengadu segala persoalan hidup. Tanpa-Nya, manusia bisa jadi kehilangan arah dan tujuan hidup.
Hubungan horizontal yaitu hubungan antar sesama manusia. Antara seorang dengan yang lainya. Unit terkecil dalam hubungan antar manusia adalah keluarga, kemudian masyarakat baru sesama penduduk negeri serta mendunia. Hubungan sesama perlu dijaga karena manusia adalah makhluk sosial.
Manusia juga bergantung pada alam sebagai tempat hidup. Dan alam juga bergantung pada manusia. Baik buruknya keadaan alam tergantung pada tangan-tangan manusia itu sendiri. Adapun bencana-bencana yang ditimbulkan oleh alam misalnya gunung meletus, gempa bumi, stunami dan lain-lain itu merupakan suratan takdir dari tuhan dan manusia tidak dapat menghindarinya.




DAFTAR PUSTAKA
1. http://imtaq.com/manusia-sebagai-makhluk-sosial/.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar